Sabtu, 28 Mei 2016

Foto yang tidak bercerita

Sebagai pemula yang belajar fotografi tentu dong seneng banget bila diupload di media sosial dan banyak yang berikan like.

Yah, terlepas apakah benar-benar yang tekan tombol like di facebook itu suka atau sekedar menghormati pertemanan maya dengan kita.

Saya pun tidak terbebas dari sindrom itu.

Saya merasa bangga ternyata saya bisa juga mengambil gambar. Upaya keluar dari kebiasaan saya pun dihargai oleh orang lain.

Tidak rugi mengejar sunrise atau sunset. Tidak rugi pergi kala ada demo atau pameran dan keramaian lainnya. Hal yang dulunya tidak pernah saya suka.

Saya dengan bangga menunjukkan hasil karya saya itu pada adik ipar saya. Saya minta kritik pedas agar ada progress maju dalam berkarya.

Kebetulan adik ipar saya, seorang yang suka bikin film dokumenter. Dan lumayan terbukti dan diakui karyanya. Mengapa tidak dimanfaatkan ... he3x.

Ternyata komentar dia pendek. Bagus, hanya tidak bercerita. Tidak hidup dan membawa kesan.

Runtuh sudah rasa bangga saya pada bakat yang terlambat ini. Runtuh juga kebanggan pada semua like di facebook. Apa ya yang salah?

Padahal kaidah role of third juga sudah saya pakai. Komposisi, warna, framing, golden hour. Foto yang bercerita itu yang bagaimana?

Sepertinya hal itu akan menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk saya kerjakan, disela-sela runtuhnya rasa bangga akan kemampuan fotografi saya.


Bersepeda

Look ...

Surprise ...

talking

Tidak ada komentar:

Posting Komentar